Dari laporan
Taiwan News pada Kamis (30/12), sebanyak 950 aksi penyusupan jet tempur PLAAF dilaporkan terjadi ke ADIZ Taiwan, meningkat 60 persen dari tahun sebelumnya.
Aksi tersebut diperkirakan akan terus terjadi seiring dengan semakin tegangnya situasi di kawasan. Taiwan juga telah mengantisipasi serangan mendadak dari China.
Direktur Institut Penelitian Kebijakan Nasional Kuo Yu-jen mengatakan, situasi di ADIZ perlu dipantau secara ketat karena akan menjadi titik balik.
"China akan mengirim lebih banyak pesawat tempur militer ke ADIZ tahun depan dengan operasi yang lebih mengintimidasi," ujar Kuo.
Sejak pertengahan September tahun lalu, Beijing telah meningkatkan taktik zona abu-abunya dengan secara teratur mengirim pesawat ke ADIZ Taiwan.
Beijing mengklaim kedaulatan penuh atas Taiwan. Sementara pulau berpenduduk 24 juta orang tersebut menyatakan diri sebagai negara yang merdeka dan demokrasi.
BERITA TERKAIT: