Kementerian Kesehatan Filipina menyebut dua kasus Omicron terdeteksi dari 48 sampel yang diuji pada 14 Desember. Saat ini dua kasus tersebut telah diisolasi di fasilitas karantina, seperti dimuat
Reuters.
Filipina telah melarang penerbangan masuk dari Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Eswatini, Mozambik, Austria, Republik Ceko, Hongaria, Belanda, Swiss, Belgia, dan Italia hingga 15 Desember untuk mencegah kemungkinan masuknya Omicron.
Selain Filipina, pada hari yang sama, Kamboja juga melaporkan kasus pertama dari varian Omicron.
Awal bulan ini, Malaysia dan Singapura juga telah mendeteksi kasus pertama varian Omicron.
Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin pada 3 Desember menyebut kasus pertama tersebut merupakan seorang mahasiswi asing yang tengah dikarantina setelah tiba dari Afrika Selatan dua pekan sebelumnya.
Sementara Singapura melaporkan dua kasus Omicron. Kasus pertama merupakan penduduk tetap Singapura berusia 44 tahun yang melakukan perjalanan dari Mozambik dan transit di Johannesburg. Sementara kasus kedua adalah seorang perempuan Singapura berusia 41 tahun yang melakukan perjalanan dari Afrika Selatan.
Varian Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada 24 November. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian memasukkannya ke dalam varian yang perlu mendapatkan perhatian.
WHO mengatakan varian Omicron sejauh ini sudah dideteksi di 77 negara di dunia.
BERITA TERKAIT: