Hal itu tertuang dalam pernyataan bersama Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss dan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian, seperti dikutip
Sputnik.
"Sebagai sesama demokrasi pasar bebas dengan ikatan bersejarah, mereka sepakat bahwa Inggris dan Prancis harus membuat tujuan bersama dalam mempromosikan kebebasan dan demokrasi secara global, serta menghadapi agresor seperti Rusia," kata dua menlu tersebut.
Mereka juga menekankan perlunya pendekatan praktis dan pragmatis untuk masalah bilateral seperti migrasi, hak penangkapan ikan, dan perdagangan.
Sehari sebelumnya, Jumat (10/12), Menteri Keuangan AS Janet Yellen berdiskusi dengan Menteri Keuangan baru Jerman Christian Lindner tentang rencana darurat untuk membebankan biaya yang parah pada ekonomi Rusia jika eskalasi militer terjadi terhadap Ukraina.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan mitranya dari Ukraina, Volodymyr Zelensky menyetujui perlunya melanjutkan negosiasi Format Normandia.
Selama beberapa minggu terakhir, Kiev dan beberapa negara Barat menyebut Moskow telah mengumpulkan pasukan di dekat perbatasannya dengan Ukraina.
BERITA TERKAIT: