Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Daniel Voda, dalam pernyataannya bahkan mengatakan bahwa Kemenlu dan Integrasi Eropa telah meminta negara-negara lain untuk tidak mengirim pengamat untuk memantau pemilihan yang tidak sah tersebut.
"Kementerian Luar Negeri dan Integrasi Eropa telah meminta semua mitra eksternalnya melalui saluran diplomatik untuk menahan diri dari mengirim pengamat dan berpartisipasi dalam proses ilegal ini," ujar Daniel Voda dalam postingan Facebooknya, seperti dikutip dari
Euro News, Jumat (10/12).
Ia menegaskan, segala bentuk partisipasi dalam proses tersebut dianggap sebagai tantangan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Moldova yang merusak proses penyelesaian konflik Transnistria.
Pernyataan Voda keluar untuk menanggapi laporan yang menyebutkan bahwa ilmuwan politik Rusia Natalya Narochnitskaya aka mengambil bagian dalam pemantauan pemilihan Transnistria. Sebelumnya, anggota Kamar Sipil Rusia Vladimir Zhuravlev ditolak masuk ke Moldova terkait dugaan ikut campur dalam urusan pilpres.
Pihak berwenang Transnistria mengecam langkah Chisinau itu. Menurutnya, politisi Moldova telah menutup mata terhadap kenyataan dengan mengabaikan pendapat rakyat Transnistria.
"Upaya tersebut tidak menunjukkan apa yang disebut dengan demokrasi dan menghambat upaya untuk segera menemukan solusi akhir yang adil untuk hubungan antara Transnistria dan Moldova," kata pernyataan pihak berwenang Transnistria.