Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, I Gede Ngurah Swajaya, mengatakan dalam Media Gathering Kementerian Luar Negeri RI, Senin (6/12) bahwa kunjungan yang akan dilakukan pada 13-14 Desember adalah kunjungan pertama Blinken sebagai Menteri Luar Negeri.
"Jadi, ini akan mengawali interaksi tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Indonesia dalam konteks kerja sama kemitraan strategis bilateral AS dan Indonesia,†ujar Ngurah.
Ada enam isu penting yang akan menjadi fokus dalam pertemuan Blinken dan Menlu Indonesia Retno Marsudi, yaitu kerja sama di bidang kesehatan, investasi, perdagangan, perubahan iklim, transformasi digital, dan infrastruktur di Indo-Pasifik.
Usai dari Indonesia, Blinken juga diperkirakan akan mengunjungi Malaysia pada 14-15 Desember, menurut sumber diplomatik Asia Tenggara, yang meminta namanya tidak disebutkan, seperti dilaporkan
Reuters.
Belum diketahui apakah selain Indonesia dan Malaysia ada negara lain di kawasan yang juga akan menjadi tujuan kunjungan Biden di tengah isu bahwa Washington akan merilis strategi baru untuk kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas.
Biden pada pertemuan dengan para menteri luar negeri Asia Tenggara September lalu mengatakan Washington akan membangun di atas visi bersama untuk kebebasan, keterbukaan di wilayah yang saling terhubung, tangguh, dan aman.
BERITA TERKAIT: