Mosi yang diperkenalkan oleh 17 senator tersebut mendesak pemerintah Irlandia agar mempertahankan dukungan untuk kebebasan dan politik Taiwan. Selain itu, Senat juga kembali menegaskan bahwa Irlandia tidak ingin melihat China bersatu dengan Taiwan secara paksa.
Resolusi itu juga menyerukan kepada pemerintah Irlandia untuk terus menentang pelanggaran hak asasi manusia China dan perlakuan terhadap warga Uighur di Xinjiang.
"Senat menolak 'campur tangan yang tidak pantas' yang mencoba menghalangi interaksi anggota parlemen Irlandia dengan pemerintah dan rakyat Taiwan, dan mengutuk segala upaya untuk mencegah Taiwan berpartisipasi dalam organisasi internasional atau inisiatif kemanusiaan," kata mosi tersebut, seperti dikutip dari
Taiwan News, Jumat (3/12).
Diarmuid Wilson, salah satu senator yang memperkenalkan proposal tersebut, mengatakan bahwa Taiwan dan negara-negara Uni Eropa adalah mitra yang baik yang berbagi nilai-nilai universal termasuk demokrasi, supremasi hukum, kebebasan, dan hak asasi manusia.
"Pemerintah Irlandia harus menyensor sendiri atau membatasi interaksinya dengan Taiwan karena takut akan apa yang mungkin dilakukan China sebagai pembalasan," katanya.
Menyusul pengesahan resolusi tersebut, utusan Taiwan untuk Irlandia Yang Tzu-pao mengucapkan terima kasih kepada Senat Irlandia dan mengatakan dia berharap kedua negara akan terus berkerja sama secara aktif di masa depan untuk menanggapi berbagai tantangan global.
BERITA TERKAIT: