Penolakan tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Prancis Jean Castex lewat surat yang dikirimkan kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Kamis (2/12).
"Prancis siap melanjutkan kerjasama operasional dengan Inggris. (Tapi) kami tidak dapat menerima patroli polisi atau militer Inggris di pantai kami. Ini masalah kedaulatan kami," kata Castex dalam suratnya, seperti dikutip
Reuters.
Tawaran untuk melakukan patroli gabungan disampaikan oleh Johnson lewat surat yang ia kirim kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron pada pekan lalu, dan kemudian diterbitkan di Twitter.
Tawaran itu diajukan setelah 27 migran ilegal kehilangan nyawa mereka ketika mencoba mencapai Inggris melalui Selat Inggris.
Cuitan Johnson yang berisi surat tersebut kemudian menyebabkan kemarahan di Prancis, dengan Macron menyebut PM Inggris itu tidak serius dalam menangani masalah.
"Saya terkejut ketika hal-hal tidak dilakukan dengan serius. Kami tidak berkomunikasi antara para pemimpin melalui cuitan atau surat yang diterbitkan," sindir Macron.
Prancis dan Inggris terlibat ketegangan dalam beberapa hal setelah Brexit terjadi. Hubungan keduanya memanas ketika Inggris bersama Amerika Serikat (AS) menyepakati pakta pertahanan dengan Australia yang menyebabkan Canberra membatalkan kontrak pembelian kapal selam dari Paris.
Baru-baru ini, Prancis dan Inggris terlibat pertengkaran yang diakibatkan krisis migran.
BERITA TERKAIT: