Indonesia-Kenya, Berbagi Pengetahuan Soal Mekanisme Pengawasan Keuangan Negara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 01 Desember 2021, 16:59 WIB
Indonesia-Kenya, Berbagi Pengetahuan Soal Mekanisme Pengawasan Keuangan Negara
Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI melakukan kunjungan ke Public Account Committee (PAC) Parlemen Republik Kenya di Gedung Parlemen Kenya, Nairobi, Selasa 30 November 2021/Net
rmol news logo Setiap negara memiliki sistem pengawasan keuangan yang berbeda. Untuk itu, Indonesia dan Kenya merasa perlu bertukar pengetahuan mengenai hal tersebut.  

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI melakukan kunjungan ke Public Account Committee (PAC) Parlemen Republik Kenya di Gedung Parlemen Kenya, Nairobi, Selasa (30/11), untuk saling belajar dan mengetahui lebih jauh sistem pengawasan keuangan kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Anis Byarwati (F-PKS) menjelaskan bahwa kunjungan yang dilakukan rombongan DPR ke Parlemen Kenya selain untuk mengetahui lebih jauh sistem kerja dari PAC, juga ingin mempelajari mekanisme kerja yang dibangun antara PAC dengan lembaga Kantor Auditor-General Kenya (semacam Badan Pemeriksa Keuangan Negara atau BPK RI).

Ketua PAC, James Opiyo Wandayi, pun menjelaskan bahwa PAC memiliki pengaruh yang cukup kuat dalam pengawasan keuangan negara. Hal ini tercermin dari komposisi keanggotaan di PAC, yang anggotanya berasal dari berbagai partai politik, tetapi ketuanya dipilih dari partai oposisi.

Begitu juga dengan jumlah anggota PAC, yang didomiansi oleh partai oposisi.

"Selain itu, PAC juga dapat memberikan rekomendasi agar pejabat-pejabat pemerintah yang dianggap mengelola keuangan negara secara tidak bertanggung jawab untuk tidak saja diberhentikan dari jabatannya tetapi juga ditutup aksesnya agar tidak bisa menjadi pejabat publik," ujar Wandayi, dalam keterangan yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (1/12).

Jika BAKN memiliki 9 (sembilan) anggota yang mewakili 9 (sembilan) fraksi di DPR RI, maka PAC memiliki 19 (sembilan belas) anggota. PAC juga sudah memiliki gedung sendiri yang besar dan memiliki tiga lantai.

“Secara umum, mandat dan kewenangan yang dimiliki oleh kedua lembaga tersebut sama, yakni mengawasi dan menjaga akuntabilitas penyelenggaraan negara, dengan berfokus pada pengelolaan keuangan negara,” jelas Anis Byarwati.

Pertemuan antara delegasi BAKN DPR RI yang dipimpin Anis Byarwati, yang juga merupakan Wakil Ketua BAKN DPR RI, dengan delegasi Parlemen Kenya yang dipimpin langsung oleh Ketua PAC James Opiyo Wandayi itu, juga dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Republik Kenya (meliputi Somalia, Uganda, dan Republik Demokratik Kongo), Mohamad Hery Saripudin.

Duta Besar Saripudin menyampaikan terima kasih atas penerimaan yang sangat baik dari Parlemen Kenya terhadap Delegasi BAKN DPR RI. Ia berharap dapat terjalin kerja sama yang erat, tidak hanya antara BAKN DPR RI dengan PAC Kenya, namun juga antar Parlemen kedua negara secara umum.

Seteah pertemuan itu, delegasi BAKN DPR RI dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan Kepala Auditor-General Kenya.
rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA