Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu (24/11), O'Connor mengatakan, polip yang pekan lalu diangkat dari usus besar Biden merupakan adenoma tubular, sejenis lesi jinak namun berpotensi prakanker.
Polip itu telah diangkat melalui mekanisme kolonoskopi, ketika Biden berada di bawah anestesi sebagai bagian dari pemeriksaan medis rutinnya.
Dikutip dari
Reuters, spesimen dari polip itu telah dikirim ke laboratorium untuk studi histologis.
"Spesimen yang dipotong telah diidentifikasi sebagai adenoma tubular. Ini mirip dengan polip yang telah dia hilangkan pada tahun 2008," kata O'Connor.
Walau begitu, O'Connor mengatakan tidak perlu tindakan lebih lanjut yang perlu diambil saat ini. Namun Biden direkomendasikan untuk menjalani pengawasan medis secara rutin.
Dalam laporan kesehatan Biden, disebutkan sang presiden berolahraga lima kali seminggu. Ia juga tidak merokok dan minum alkohol apa pun.
"Presiden Biden tetap sehat, kuat, pria berusia 78 tahun, yang cocok untuk menjalankan tugas kepresidenan dengan sukses, termasuk sebagai kepala eksekutif, kepala negara, dan panglima tertinggi," laporan itu menyimpulkan.
Namun, tidak semua orang menerima laporan itu dengan hangat, terutama Dr. Ronny Jackson, yang menjabat sebagai penasihat medis di bawah mantan Presiden AS Donald Trump.
Dalam sebuah wawancara dengan Newsmax, mantan pejabat itu mengaku yakin ada "banyak yang hilang" dari laporan tersebut.
BERITA TERKAIT: