Jurubicara Departemen Luar Negeri Ned Price pada Selasa (23/11) mengatakan, West akan mengunjungi Doha, Qatar pada pekan depan untuk bertemu dengan para pemimpin Taliban selama dua pekan.
"Mereka akan membahas kepentingan nasional vital kita ketika datang ke Afghanistan," kata Price, seperti dikutip
Reuters.
"Itu termasuk kontraterorisme, yang mencakup perjalanan yang aman bagi warga AS dan bagi warga Afghanistan yang kami memiliki komitmen khusus dan itu termasuk bantuan kemanusiaan dan situasi ekonomi negara itu," lanjutnya.
Awal bulan ini, West menghadiri pertemuan yang disebut Troika diperpanjang, yang terdiri dari Pakistan, Cina, Rusia dan Amerika Serikat untuk membahas Afghanistan. Kelompok itu juga telah bertemu dengan perwakilan senior Taliban.
West juga merupakan bagian dari delegasi AS dalam pertemuan dengan pejabat Taliban di Doha pada Oktober, pembicaraan pertama antara Washington dan Taliban setelah Amerika Serikat mengakhiri perang selama dua dekade di Afghanistan pada 31 Agustus.
Pembekuan mendakak dukungan pembangunan asing setelah Taliban merebut kekuasaan pada 15 Agustus dari pemerintah Afghanistan yang didukung Barat telah membuat ekonomi terjun bebas. Ada kekurangan uang tunai dan para pemimpin Taliban berada di bawah sanksi Barat.
Dengan mendekatnya musim dingin, Afghanistan yang sangat miskin telah muncul dari perang habis-habisan menjadi krisis kemanusiaan. Jutaan orang menghadapi kelaparan yang meningkat di tengah melonjaknya harga pangan dan kekeringan.
BERITA TERKAIT: