Dalam sebuah keterangan, Ketua Menteri Delhi Arvind Kejriwal mengatakan pada Sabtu (13/11) bahwa sekolah-sekolah di ibu kota akan ditutup selama seminggu dan lokasi konstruksi selama empat hari, demi melindungi warga dari polusi udara yang semakin memburuk.
"Selama seminggu dari Senin dan seterusnya, sekolah akan ditutup secara fisik tetapi akan berlanjut secara virtual sehingga anak-anak tidak perlu menghirup udara yang tercemar, kegiatan konstruksi tidak diizinkan," kata Kejriwal, seperti dikutip dari
Reuters, Senin (15/11).
Dia menambahkan semua kantor pemerintah akan beralih bekerja dari rumah, sementara kantor swasta akan disarankan untuk melakukan hal yang sama selama seminggu untuk mengurangi jumlah kendaraan berpolusi di jalan.
Kejriwal bahkan mengatakan saat ini pemerintah sedang melalukan pembicaraan tentang potensi penguncian total di ibu kota, tetapi keputusan apa pun hanya akan diambil setelah berkonsultasi dengan pemerintah pusat.
Sebelumnya, kepala pengadilan India NV Ramana meminta pemerintah pusat untuk membuat rencana darurat untuk mengatasi kabut asap yang berbahaya, menyebut situasinya sangat serius.
"Kami juga terpaksa memakai masker di rumah, situasinya sangat serius," kata pejabat tinggi hukum di Mahkamah Agung tersebut.
Ramana mengatakan pemerintah harus mempertimbangkan penguncian dua hari untuk melindungi warga dan memberi tahu pengadilan pada hari Senin tentang langkah-langkah darurat untuk meningkatkan kualitas udara.
Kualitas udara di Delhi, yang sering menduduki peringkat ibu kota paling tercemar di dunia, telah menurun karena pembakaran tunggul tanaman, emisi dari transportasi, pembangkit listrik tenaga batu bara di luar kota dan industri lainnya, serta pembakaran sampah dan debu terbuka.
Kabut asap tebal beracun yang menyelimuti ibu kota India telah diperparah oleh lonjakan pembakaran limbah tanaman di sekitar lahan pertanian.
Bahkan, menurut data dewan pengendalian polusi federal pada Sabtu menunjukkan bahwa Indeks Kualitas Udara (AQI) di dalam dan sekitar kota telah memburuk menjadi 470-499 pada skala 500.
Dengan tingkat polusi seperti ini, udara akan dengan mudah mempengaruhi orang yang sehat dan berdampak serius bagi mereka yang memiliki penyakit.
BERITA TERKAIT: