"Calon wakil presiden dari partai Lakas-CMD mencabut sertifikat pencalonannya dan menggantikannya dengan Sara Duterte-Carpio," isi postingan COMELEC, menambahkan bahwa surat-surat substitusi Sara telah diajukan oleh seorang perwakilan.
Ini tentu menjadi berita yang mengejutkan.
Sara Duterte-Carpio, 43 tahun, sejak awal diposisikan untuk meneruskan langkah politik ayahnya walau berasal dari partai politik yang berbeda. Jajak pendapat dan opini publik telah ramai membahas pencalonannya dan menempatkannya sebagai calon presiden nomor satu. Jika kemudian Sara memutuskan untuk mencalonkan diri sebagar orang nomor dua, tentu ada hal lain yang terjadi.
Antonio La Vina, profesor hukum dan politik di Universitas Ateneo de Manila mengatakan ia terkejut dengan kabar tersebut. kemudian, "Kejutan berikutnya adalah wakil presiden untuk siapa?" ujar La Vina, seperti dikutip dari
Reuters, Sabtu (13/11).
Di Filipina, presiden dipilih secara terpisah dari wakil presiden.
Ayah Sara, Rodrigo Duterte-Carpio yang saat ini berusia 76 tahun, dilarang oleh Konstitusi untuk mencalonkan diri lagi. Duterte sebelumnya juga mengatakan bahwa ia akan pensiun dari politik.
Pengumuman COMELEC itu mengakhiri spekulasi berbulan-bulan tentang rencana pencalonan Sara pada pemilihan 2022.
Sara telah berulang kali mengatakan bahwa dia tidak tertarik untuk mencalonkan diri sebagai presiden, meskipun dia secara konsisten menduduki puncak jajak pendapat sebagai calon presiden yang paling disukai.
Namun pada Sabtu, Sara membuat kejutan dengan mencalonkan diri sebagai wakil presiden dalam pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 9 Mei 2022 di bawah partai koalisi Partido Federal dan Lakas-CMD.
Sara telah membuat keputusan menjalin aliansi dengan Ferdinand Marcos Jr., putra mantan presiden Filipina yang digulingkan pada 1986.
Marcos Jr, yang dikenal sebagai Bongbong, mengumumkan dia mencalonkan diri sebagai presiden pada awal Oktober. Dia telah mendukung Sara Duterte sebagai pilihannya untuk wakil presiden.
BERITA TERKAIT: