Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mobile
Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Partai Komunis Kuba: AS Gunakan Covid-19 sebagai Alasan untuk Memperkuat Blokade

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Sabtu, 02 Oktober 2021, 11:10 WIB
rmol news logo Pemerintah Amerika Serikat memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk meningkatkan tekanan kepada Kuba hingga ke level maksimum.

Secara serampangan, AS melanjutkan provokasi untuk menimbulkan kekacauan dan ketidakdisiplinan sosial dengan memanipulasi realitas dan mendiskreditkan manajemen pemerintahan Kuba.

Demikian antara lain dikatakan Wakil Ketua Hubungan Internasional Komite Sentral Partai Komunis Kuba, Juan Carlos Marsán Aguilera, dalam pertemuan yang digelar secara virtual dengan perwakilan dari negara-nerasa Asia Tenggara, Sabtu pagi (2/10).

“Ini adalah desain yang sudah lama dikerjakan pemerintah AS,” ujarnya.

Pertemuan secara virtual yang bertema “Cuba Vencera” atau “Kuba akan Menang” itu digelar Partai Komunis Kuba dan Institute Kuba untuk Persahabatan dengan Masyarakat Dunia (ICAP), serta Liga Komunis Muda Kuba.

“Sistem sosialis Kuba adalah apa yang memungkinkan negara kami bertahan dari dampak pandemi dengan hasil yang lebih baik daripada negara-negara dengan sumber daya ekonomi yang lebih besar,” ujarnya lagi sambil menambahkan Kuba telah berhasil menciptakan tiga vaksin Covid-19 dan dua kandidat vaksin yang masih dikembangkan.

Katanya lagi, blokade ekonomi-politik AS dan pandemi Covid-19 tidak dapat menghalangi rakyat Kuba untuk terus bermimpi serta bekerja dengan semangat dan optimisme seperti yang selalu mereka lakukan selama ini.

Persahabatan dengan Asia Tenggara

Sementara Wakil Presiden ICAP, Víctor Gaute López, mengapresiasi berbagai perhimpunan persahabatan negara-negara di Asia Tenggara dengan Kuba atas atas dukungan moral dan komitmen untuk selalu menemani rakyat Kuba dalam perjuangan merebut keadilan di panggung internasional.

“Perjuangan kami untuk terus membangun tata dunia  yang semakin adil, inklusif, dan sejahtera tidak ada habisnya meskipun banyak keterbatasan yang menimpa kami,” ujar Victor Gaute López.

Dia menambahkan, ada dua kata kunci yang terpatri di benak rakyat Kuba dalam menghadapi tekanan demi tekanan dari negara-negara yang selalu berusaha menjatuhkan mereka. Dua kata kunci yang akan abadi itu adalah Resist dan Advance, atau perlawanan dan mengembang.

Dia mencontohkan, di tengah blokade AS dan pandemi Covid-19, Kuba justru berhasil menciptakan vaksin untuk melawan pandemi.

“Ini sebuah pencapaian para ilmuwan kami, pekerjaan dan buah dari revolusi Kuba. Hari ini sangat dimungkinkan Kuba membuat perbedaan besar,” kata dia lagi.

“Dari Institut kami (ICAP), kami tidak akan bosan mengucapkan terima kasih atas dukungan permanen yang diberikan berbagai organisasi, lembaga, dan gerakan solidaritas dengan Kuba yang ada di Asia Tenggara.

Tekanan Melahirkan Generasi Kreatif

Adapun Kepala Departemen Hubungan Internasional Persatuan Komunis Muda, Suniel Sosa Cordero, menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan dan memperkuat hubungan dengan organisasi pemuda khususnya di Asia Tenggara. Kerjasama tersebut penting ditingkatkan untuk kepentingan pembelajaran bersama, kerjasama, pelestarian memori sejarah dan pengembangan ikatan kita.

“Semua ini sebagai demonstrasi bahwa jarak geografis dan budaya tidak menjadi halangan bagi pengembangan hubungan persaudaraan antara negara-negara yang berpikiran sama dan atas dasar persatuan dan solidaritas yang sangat diperlukan di zaman sekarang,” ujarnya.

Suniel Sosa Cordero mengatakan, anak-anak muda Kuba, meskipun menderita akibat blokade, bukannya tidak aktif. Justru sebaliknya, kesulitan yang mereka hadapi menjadi semacam insentif untuk meningkatkan kreativitas, kapasitas perlawanan dan kepercayaan diri dalam Revolusi.

“Ada beberapa contoh yang bisa kita tunjukkan di mana pemuda kita berkonsentrasi untuk menghindari efek blokade dan berkontribusi bersama dengan pemerintah untuk menghadapi pandemi kekerasan yang telah berkecamuk terhadap kita selama lebih dari 18 bulan,” jelasnya.

“Untuk generasi Kuba saat ini dan masa depan, yang dilatih di bawah ajaran pemimpin Revolusi Kuba, Fidel Castro Ruz, kami mengambil teladannya untuk menegaskan kembali komitmen kami kepada para pemuda di kawasan ini untuk terus memperkuat dan memperkuat hubungan dan kerja sama yang menyatukan kita,” demikian Suniel Sosa Cordero. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA