Awal bulan ini, FAA melarang Virgin Galactic untuk terbang selama penyelidikan atas adanya penyimpangan lintasan ketika Branson melakukan wisata ke luar angkasa pada 11 Juli lalu.
Namun pada Rabu (29/9), FAA mengumumkan telah menutup penyelidikan tersebut.
"Hari ini, FAA menutup penyelidikan kecelakaan peluncuran Virgin Galactic Unity 22 pada 11 Juli," kata FAA, seperti dimuat
Sputnik.
"FAA mengharuskan Virgin Galactic untuk menerapkan perubahan tentang cara berkomunikasi dengan FAA selama operasi penerbangan untuk menjaga keamanan publik. Virgin Galactic telah membuat perubahan yang diperlukan dan dapat kembali ke operasi penerbangan," tambah otoritas penerbangan itu.
Dalam penerbangan 11 Juli yang banyak dipublikasikan media, pesawat Virgin Galactic dilaporkan keluar lintasan dan keluar dari wilayah udara yang ditentukan selama hampir 2 menit karena pilot mengabaikan peringatan kode merah.
Menurut laporan FAA, lampu peringatan menyala karena pesawat luar angkasa keluar dari lintasan. Pesawat ruang angkasa itu berada di luar wilayah udara yang ditentukan selama 1 menit 41 detik dengan kecepatan mencapai 2.300 MPH. Dengan begitu, kecepatan dan waktu itu, pesawat bisa menempuh jarak 64,5 mil yang bisa sangat berbahaya bagi keselamatan.
Ketika alarm berbunyi bahwa pesawat ruang angkasa keluar dari lintasannya, pilot bisa saja mematikan mesin dan menunggu hari yang lebih aman untuk pergi ke luar angkasa.
Tetapi dengan banyaknya publikasi, banyak orang menduga Branson mengambil risiko.
irgin Galactic berdalih, meskipun ada kesalahan, mereka tetap berada dalam parameter misi. Namun, mantan pilot uji coba Virgin Galactic, Mark Stucky, sangat kritis terhadap operasi tersebut.
BERITA TERKAIT: