Hal itu disampaikan Blinken ketika berbicara dengan Presiden Irak Barham Salih pada Sabtu (28/8), seperti dimuat
Reuters.
Jurubicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan, Washngton menyatakan komitmen untuk Irak yang stabil, dan telah mempertahankan upaya Irak untuk mengadakan pemilu yang adil pada 10 Oktober.
"Menteri menegaskan kembali bahwa misi 'Kalahkan-ISIS' belum berakhir tetapi sedang bergeser ke fase baru berdasarkan peningkatan kemampuan Pasukan Keamanan Irak,†kata Price.
Saat ini diperkirakan ada 2.500 tentara AS di Irak yang membantu pasukan lokal untuk melawan sisa-sisa ISIS.
"Amerika Serikat, sebagai pemimpin Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS, dan bagian dari Misi NATO ke Irak, akan terus melatih, memberi nasihat, dan memungkinkan pasukan Irak," tambahnya.
Bulan lalu, Presiden AS Joe Biden menyebut misi tempur AS di Irak akan berakhir pada akhir tahun ini. Setelah 31 Desember 2021, AS diperkirakan akan beralih ke pelatihan dan membantu pasukan Irak untuk melawan ISIS dan teroris lainnya.
BERITA TERKAIT: