Dawran, yang bekerja untuk Radio Televisi Mili milik negara Afghanistan membagi kisahnya yang dihalang-halangi tentara Taliban ketika dia menuju tempat kerjanya.
"Ketika saya mendengar bahwa aturan sistem baru (Taliban) telah berubah. Dengan keberanian yang saya miliki, saya pergi ke kantor untuk memulai pekerjaan saya, (tetapi) tentara sistem saat ini tidak memberi saya izin untuk memulai pekerjaan saya," katanya, seperti dikutip dari
Al-Arabiya, Jumat (20/8).
"Mereka mengatakan kepada saya bahwa rezim telah berubah. Anda tidak diizinkan, pulanglah. Saya meminta dunia untuk membantu saya karena hidup saya dalam bahaya," lanjutnya.
Setelah berhasil mengambil alih Afghanistan, kelompok yang dikenal keras dalam menegakkan aturan Islam itu telah melancarkan serangan pesona dalam upaya mengubah citra garis keras mereka.
Taliban bersikeras mereka telah berubah dari era 1996-2001 mereka, berjanji untuk tidak membalas dendam pada pegawai pemerintah dan tentara, untuk menghormati hak-hak perempuan dan memerintah negara dengan baik hati di bawah hukum Syariah Islam.
Juru bicara kelompok itu, Zabihullah Mujahid, berbicara kepada masyarakat umum pada hari Rabu, dengan mengatakan: “Tidak ada yang akan menyakiti Anda, tidak ada yang akan mengetuk pintu Anda.â€
Dan dua hari setelah jatuhnya Kabul, kelompok itu mengizinkan seorang presenter wanita Afghanistan untuk saluran berita Tolo untuk mewawancarai salah satu pejabatnya.
BERITA TERKAIT: