Jaminan tersebut disampaikan langsung oleh Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan kepada
9News saat melakukan briefing di Gedung Putih, Selasa (17/8).
Sullivan mengatakan bahwa AS ikut mengambil tanggung jawab atas adegan kacau di bandara Kabul, ketika ribuan orang berusaha melarikan diri dari perebutan kekuasaan Taliban.
Dia mengatakan Pemerintahan Joe Biden bersedia bekerja dengan Australia dan negara-negara barat lainnya untuk mengevakuasi warga dan warga Afghanistan yang rentan menghadapi penganiayaan oleh Taliban.
"Kami mengambil tanggung jawab untuk sekutu dan mitra kami di Afghanistan," kata Sullivan.
"Kami akan sangat ingin bekerja sama dengan Australia untuk membantu warga Australia dan individu lain yang ingin keluar dari Australia," lanjutnya.
Setelah sempat ditutup Bandara Internasional Kabul telah dibuka kembali dengan sembilan penerbangan evakuasi militer AS tiba selama beberapa jam terakhir pada Rabu (18/8).
Ada 130 warga negara Australia dan lebih dari 200 mantan penjaga kedutaan dan penerjemah di negara tersebut.
Lebih dari 250 tentara Angkatan Pertahanan Australia sedang dikirim ke Afghanistan untuk membantu evakuasi, tetapi saat ini terdampar di Dubai sampai mereka dapat memasuki Kabul setelah kerusuhan baru-baru ini di bandara.
Sullivan mengatakan para pejabat AS telah melakukan kontak dengan Taliban untuk memastikan perjalanan warga yang aman ke bandara Kabul.
BERITA TERKAIT: