Nekat Hadiri Pesta Pertunangan di Tengah Penguncian Covid, 69 Orang Warga Victoria Terancam Total Denda Rp 3,6 Miliar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 17 Agustus 2021, 12:15 WIB
Nekat Hadiri Pesta Pertunangan di Tengah Penguncian Covid, 69 Orang Warga Victoria Terancam Total Denda Rp 3,6 Miliar
Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews/Net
rmol news logo Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews menyatakan kemarahannya atas peristiwa sebuah keluarga yang nekat menyelenggarakan pesta pertunangan di tengah penguncian ketat Kota Melbourne Australia. Akibatnya, para tamu dan penyelenggara terancam total denda sebesar 350.000 dolar Australia (sekitar 3,6 miliar rupiah).

Andrews mengaku sangat kecewa dengan sikap egois dari 69 orang yang memilih untuk menentang penguncian dengan berkumpul di sebuah rumah yang berada Caulfield North pada minggu lalu, tepat ketika perdana menteri mengumumkan eskalasi penguncian kota .

“Saya tahu banyak, banyak orang marah tentang peristiwa itu. Seharusnya tidak terjadi,” kata Andrews, seperti dikutip dari 9News, Senin (16/8).

Andrews mengatakan pertemuan tersebut telah terbukti menyebabkan penularan virus corona, dengan dilaporkannya dua kasus terkait pesta minggu lalu.

Andrews yang kesal mengatakan otoritas kesehatan dipaksa untuk menghabiskan ribuan jam berurusan dengan ribuan kontak orang yang menghadiri pesta tersebut.

“Itu adalah pekerjaan yang harus mereka lakukan, tetapi itu semua sepenuhnya dapat dicegah,” katanya.

“Kita semua harus membuat pilihan untuk membatasi penyebaran dan tidak membuat pilihan egois yang menambahnya,” lanjut Andrews.

Kepala Komisaris Polisi Shane Patton mengecam pesta itu, bahkan dia menyebut mereka benar-benar keterlaluan.

Komisaris Patton mengatakan dia mengharapkan setiap pengunjung pesta, tidak termasuk anak-anak, akan didenda masing-masing 5.500 dolar Australia.

“Harus ada konsekuensi, begitu banyak orang melakukan hal yang benar dan menunda acara mereka,” katanya.

“Itulah sebabnya kami menegakkan yang satu ini. Saya menghitung, jika Anda mengambil beberapa untuk setiap anak, itu akan menjadi denda lebih dari 350.000 dolar Australia,” ujarnya.

Penyelidikan bermula saat sebuah foto yang menunjukkan puluhan orang memadati kediaman pribadi di Caulfield North viral di media sosial. Dalam klip tersebut terlihat seorang pria yang memberikan pidato pertunangan dan bercanda bahwa pertemuan itu legal karena merupakan sesi terapi kelompok.

Tawa dari kerumunan terdengar sebelum dia mengucapkan terima kasih kepada para tamu yang telah hadir. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA