Pernyataan tersebut diungkapkan salah seorang pejabat pertahanan AS yang mengutip informasi dari intelijen kepada
Reuters pada Rabu (11/8).
Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim itu mengatakan penilaian baru tentang berapa lama Kabul dapat bertahan adalah hasil dari keuntungan cepat Taliban ketika pasukan asing pimpinan AS pergi.
“Tapi ini bukan kesimpulan yang sudah pasti,†tambah pejabat itu, seraya mengatakan bahwa pasukan keamanan Afghanistan dapat membalikkan momentum dengan melakukan lebih banyak perlawanan.
Kelompok Islamis saat ini telah berhasil menguasai 65 persen Afghanistan dan telah mengambil atau mengancam akan mengambil alih 11 ibu kota provinsi, kata seorang pejabat senior Uni Eropa pada Selasa. Faizabad, di provinsi timur laut Badakhshan, pada Rabu menjadi ibu kota provinsi kedelapan yang direbut oleh Taliban.
Pertempuran sangat intens di kota Kandahar, kata seorang dokter yang berbasis di provinsi Kandahar selatan. Kota itu menerima sejumlah mayat pasukan Afghanistan dan beberapa Taliban yang terluka.
Kecepatan kemajuan Taliban telah mengejutkan pemerintah dan sekutunya. Kelompok itu, yang menguasai sebagian besar Afghanistan dari tahun 1996 hingga 2001, ketika digulingkan karena menyembunyikan pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden setelah 11 September, ingin mengalahkan pemerintah yang didukung AS dan menerapkan kembali hukum Islam yang ketat.
BERITA TERKAIT: