Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dalam pernyataannya mengatakan, bahwa sanksi diberikan untuk Belarusia karena tindakan yang merusak demokrasi dan pelanggaran hak asasi manusia selama proses pemilihan presiden 'yang curang' tepat satu tahun yang lalu.
"Sanksi ini menunjukkan bahwa Inggris tidak akan menerima tindakan Lukashenko sejak pemilihan yang curang. Produk industri milik negara Lukashenko tidak akan dijual di Inggris, dan perusahaan kedirgantaraan kami tidak akan menyentuh armada pesawat mewahnya," ujar Raab, seperti dikutip dari Reuters.
Selain memberikan sanksi ekspor kalium dan produk minyak bumi Belarusia, Inggris juga menjatuhkan sanksi untuk penerbangan, yaitu mencegah maskapai penerbangan Belarusia terbang atau mendarat di Inggris, serta larangan pemberian bantuan teknis untuk pesawat dari armada Belarusia.
Sanksi lainnya mencakup larangan penyediaan asuransi dan reasuransi kepada badan-badan negara Belarusia.
Pengusaha Rusia Mikhail Gutseriev juga menjadi salah satu individu yang dimasukkan ke dalam daftar sanksi karena hubungan baiknya dengan Lukashenko.
"Mikhail Gutseriev adalah pengusaha Rusia terkemuka yang merupakan salah satu investor swasta utama di Belarus dan rekan lama Lukashenko, yang bertanggung jawab atas pelanggaran serius hak asasi manusia di Belarus. Gutseriev telah memberikan dukungan untuk Pemerintah Belarus dan seriusnya pelanggaran hak asasi manusia dan penindasan masyarakat sipil dan oposisi demokratis, termasuk melalui penggunaan kepentingan bisnisnya," isi pernyataan Inggris.
Di saat yang sama Amerika juga menambah sanksi baru untuk Belarusia dalam sektor ekonomi dan olahraga.
Lukashenko telah membantah tuduhan 'tindakan yang merusak demokrasi dan pelanggaran hak asasi manusia selama proses pemilihan presiden tahun lalu'. Saat pertemuan Big Conversation with President, Senin (9/9) ia mengatakan aksi massa tahun pasca pilpres Belarusia tidak berlangsung damai dan telah direncanakan sebelumnya.
“Tindakan damai macam apa itu, kalau ada ledakan, petasan, dan lain-lain? Sangat mudah untuk melihat dari mana mereka datang. Apakah Anda akan mengatakan bahwa itu adalah respons terhadap 'kekerasan'? Tidak, mereka telah menyiapkannya sebelum bentrokan. Mereka membawa pisau, senjata, bahan peledak," cecar Lukashenko, seeprti dikutip dari kantor berita Belta.
BERITA TERKAIT: