Demikian yang disampaikan oleh pemerintah Korea Selatan pada Senin (2/8), menanggapi peringatan yang diberikan oleh Korea Utara sehari sebelumnya.
Jurubicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Boo Seung-chan mengatakan Seoul dan Washington masih dalam tahap pembicaraan mengenai latihan militer bersama, dan belum ada keputusan yang dibuat.
Pertimbangan yang dibahas kedua belah pihak meliputi kondisi pandemi Covid-19, mulai dari postur pertahanan, rencana transfer kendali operasional masa perang, hingga upaya diplomatik untuk membangun perdamaian abadi di Semenanjung Korea.
"Kami tidak bisa mengomentari pernyataannya, tetapi mengenai latihan, waktu dan metodenya belum final," kata Boo, seperti dikutip
Channel News Asia.
Sementara itu, jurubicara Kementerian Unifikasi, Lee Jong-joo mengatakan, latihan itu tidak boleh menjadi"sumber ketegangan militer dalam hal apa pun.
Ia mengatakan, sejak upaya dialog denuklirisasi yang difasilitasi mantan Presiden AS Donald Trump, latihan militer antara Seoul dan Washington telah diperkecil.
Korea Selatan dan AS secara teratur menggelar latihan militer, terutama di musim semi dan musim panas. Sedangkan Korea Utara telah lama menanggapinya dengan kritik pedas, menggambarkannya sebagai upaya provokasi.
Pejabat senior Partai Pekerja Korea (WPK) sekaligus saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong pada Minggu (1/8) mengeluarkan peringatan atas latihan Korea Selatan dan AS yang kemungkinan akan digelar bulan ini.
Ia mengatakan, latihan itu akan melemahkan upaya untuk membangun kembali hubungan antar-Korea.
Beberapa hari yang lalu, Korea Selatan dan Korea Utara telah memulihkan hotline yang diputus Pyongyang selama setahun. Kedua belah pihak juga membahas upaya membuka kembali kantor penghubung dan pertempuan puncak dua pemimpin.
BERITA TERKAIT: