Karakter kuat kepemimpinan yang dimilikinya tidak jarang mengundang rasa hormat dan penasaran banyak pihak di dunia, baik terkait gagasan politiknya maupun kepribadiannya.
Ada satu kisah menarik terkait hal tersebut. Pada tanggal 12 April 1992, Kim Il Sung pernah bertemu dengan delegasi wartawan Washington Times, yang sedang berkunjung ke Korea Utara. Mereka tertarik dan penasaran akan sosok Kim Il Sung dari sisi kepribadiannya.
Salah seorang di antara mereka, yakni wakil pemimpin redaksi surat kabar itu bertanya kepada Kim Il Sung mengenai apa hobinya.
Pertanyaan itu tidak asing sebenarnya, karena banyak wartawan, terutama dari negara-negara Barat yang sering memperhatikan hobi dan kehidupan pribadi para kepala negara dan politisi. Karena hal-hal seperti itu mencerminkan kualifikasi manusia yang bersangkutan.
Sang wartawan tersebut pun menunggu jawaban Kim Il Sung. Barangkali yang ada di pikirannya saat itu, sang pemimpin akan menjawab hobi yang terkait dengan olahraga atau hiburan tertentu.
Namun rupanya jawaban Kim Il Sung di luar dugaan.
"Saya tidak memiliki hobi atau hiburan tertentu. Jika saya harus mengatakan, saya dapat mengatakan saya memiliki dua; Saya suka membaca dan saya suka bergaul dengan orang-orang dan berbagi pertemanan dengan mereka," kata Kim Il Sung.
Wartawan itu pun terkejut, karena dia tidak pernah mendengar jawaban seperti itu keluar dari mulut pemimpin atau kepala negara lain di dunia.
“Saya telah mendengar banyak kepala negara dan politisi yang menonjolkan diri mengatakan bahwa berburu, memancing, berenang atau hiburan adalah hobi mereka, tetapi tidak satupun dari mereka yang mengatakan membaca dan bergaul dengan orang-orang dan berbagi pertemanan adalah hobi mereka. Hobi Anda terlalu rendah hati untuk menjadi kenyataan. Tapi maknanya seperti alam semesta," begitu penuturan wartawan tersebut dalam sebuah tayangan wawancara yang muncul lima hari kemudian.
Di juga bersaksi bahwa Kim Il Sung merupakan sosok pemimpin yang berbeda dari pemimpin lainnya yang pernah dia temui.
"Dia sederhana namun energik. Dia rela memberikan wawancara dengan kami, dan menjawab pertanyaan kami secara logis. Yang paling menarik adalah dia berbicara dengan cara yang sangat sederhana, tidak memaksakan pandangan politiknya sendiri," tuturnya.
BERITA TERKAIT: