Menurut seorang pejabat kota Atami, dua korban tewas merupakan wanita. Ia juga mengatakan, pihak berwenang telah mengerahkan 150 anggota Pasukan Bela Diri Jepang untuk membantu proses pencarian.
"Polisi dan petugas pemadam kebakaran sedang mencari korban hilang. Pencarian dihentikan saat malam dan dilanjutkan pada Minggu pagi (4/7)," ujarnya.
Dari laporan
Japan Times, longsor yang terjadi pada Sabtu (3/6) pukul 10.30 pagi waktu setempat itu telah menghancurkan lebih dari 10 rumah, sementara ratusan lainnya ikut terdampak.
Longsor terjadi setelah hujan lebat. Dari video yang tersebar di media sosial, tampak air hitam bercampur tanah dan pasir mengalir dengan cepat dari puncak gunung, membuat suara gemuruh.
Profesor di Pusat Penelitian dan Pendidikan Terpadu Bahaya Alam Universitas Shizuoka, Motoyuki Ushiyama memperkirakan kecepatan longsor mencapai sekitar 40 kilometer per jam.
Tokyo Electric Power Company menyebut sebanyak 2.830 rumah tangga di kota Atami mati listrik hingga Sabtu pukul 2 siang.
BERITA TERKAIT: