Pada Selasa (29/6), pemerintah India mengizinkan penggunaan darurat vaksin Covid-19 Moderna demi meningkatkan upaya vaksinasi nasional.
Diketahui bahwa negara Asia Selatan berpenduduk 1,3 miliar orang itu dilanda lonjakan besar dalam kasus virus corona sejak bulan April dan Mei lalu. Hal tersebut mendorong sistem perawatan kesehatan di India mencapai titik puncaknya.
Demi mengendalikan laju penularan virus corona, lampu hijau pun diberikan kepada vaksin Moderna untuk kondisi darurat. Dengan demikian, Moderna menjadi vaksin keempat yang disetujui oleh India untuk diguakan setelah Covishield dan Covaxin serta Sputnik V.
"Saya senang untuk menginformasikan bahwa aplikasi yang diterima dari Moderna melalui mitra India mereka, Cipla, telah diberikan EUA (Otorisasi Penggunaan Darurat)," ujar anggota badan penasihat pemerintah NITI Aayog, Vinod K Paul, seperti dikabarkan
Channel News Asia.
“Upaya kami untuk mengundang dan memiliki vaksin lain yang dikembangkan secara internasional, khususnya Pfizer dan J&J (Johnson & Johnson), juga terus berlanjut," sambungnya.
Paul menambahkan bahwa persetujuan itu akan membuka jalan bagi vaksin buatan asing lainnya untuk diimpor ke India.
Pemerintah India sendiri sejak dua bulan lalu mengatakan bahwa mereka akan mempercepat persetujuan vaksin ang diproduksi di luar negeri yang telah diberikan otorisasi penggunaan darurat oleh regulator utama seperti Food and Drug Administration Amerika Serikat.
Langkah ini diambil di tengah tekanan yang muncul untuk mempercepat upaya inokulasi yang lesu dengan mengizinkan impor vaksin buatan luar negeri seperti vaksin mRNA Pfizer dan Moderna.
Hingga saat ini, sudah ada hampir 327 juta dosis vaksin yang telah diberikan sejak program vaksinasi massal dimulai pada pertengahan Januari lalu di negeri Bollywood tersebut.
Namun hanya enam persen dari populasi orang dewasa India atau sekitar 57 juta orang yang telah menerima dua dosis suntikan vaksin.
BERITA TERKAIT: