
Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan bahwa Virus Covid-19 varian Delta atau B1.617.2 yang pertama kali diidentifikasi di India, lebih mudah menular daripada varian Alpha yang menyebabkan gelombang infeksi terakhir di Inggris.
"Varian Delta 40 persen lebih mudah menular daripada varian Alpha. Itu data yang saya miliki saat ini," katanya kepada
Sky News, Minggu (6/6).
"Itu berarti lebih sulit untuk mengelola virus ini. Tetapi yang terpenting kami percaya bahwa orang yang telah menerima dua dosis vaksin, mestinya terlindungi dari kedua varian tersebut," tambahnya.
Varian Delta, juga dikenal sebagai varian India, sekarang menjadi strain dominan di Inggris, menurut angka Public Health England. Sementara di Inggris sendiri telah dikejutkan dengan penemuan varian Alpha, yang sebelumnya dikenal sebagai varian Kent, yang memaksa Inggris melakukan penguncian pada Januari lalu.
Data NHS terbaru mengungkapkan, lebih dari setengah orang di Inggris telah divaksinasi. Sebanyak 23.077.511 orang telah menerima dua dosis vaksin, dan 33.525.485 orang menerima dosis pertama.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: