Peru Revisi Angka Resmi Kematian Akibat Covid-19, Jumlahnya Naik Tiga Kali Lipat Dari Sebelumnya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 01 Juni 2021, 07:50 WIB
Peru Revisi Angka Resmi Kematian Akibat Covid-19, Jumlahnya Naik Tiga Kali Lipat Dari Sebelumnya
Perdana Menteri Peru Violeta Bermudez/Net
rmol news logo Menyusul tinjauan pemerintah, Peru akhirnya merevisi jumlah kematian akibat Covid-19 di negaranya pada Senin (31/5). Hasilnya, jumlah resmi kematian negara itu menjadi 180.764, menjadikannya negara dengan tingkat kematian perkapita terburuk, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Peru telah menjadi salah satu negara Amerika Latin yang paling terpukul bahkan sejak awal pandemi Covid-19. Rumah sakit penuh sesak dengan pasien dan permintaan oksigen melebihi ketersediaan.

Para ahli telah lama memperingatkan bahwa jumlah korban tewas yang sebenarnya sedang dihitung dalam statistik resmi.

Pemerintah mengatakan sekarang akan memperbarui jumlah kematian yang mencapai 69.342 pada Minggu (30/5), sebagian karena kurangnya pengujian yang membuat sulit untuk mengkonfirmasi apakah seseorang telah meninggal karena virus atau penyebab lain.

Menurut data Johns Hopkins, Peru bahkan telah menyalip catatan kasus Covid Hungaria, negara yang paling terdampak di Eropa.

Hungaria memiliki jumlah kematian Covid-19 per kapita terburuk sekitar 300 per 100.000 orang. Kini, dengan jumlah kematian yang diperbarui, Peru menyalip itu dengan lebih dari 500 kematian Covid-19 per 100.000 orang.

"Kami pikir itu adalah tugas kami untuk mempublikasikan informasi terbaru ini," kata Perdana Menteri Peru Violeta Bermudez dalam konferensi pers yang mengumumkan hasil tinjauan tersebut, seperti dikutip dari AFP, Selasa (1/6).

Di Amerika Latin, Brasil memiliki jumlah kematian tertinggi dengan lebih dari 450.000 nyawa hilang karena pandemi. Berdasarkan populasi, bagaimanapun, angka kematian per kapita Peru sekarang lebih dari dua kali lipat dari Brasil, menurut data.

Angka-angka Peru yang diperbarui sejalan dengan apa yang disebut angka kematian berlebih, yang telah digunakan para peneliti di Peru dan negara-negara lain untuk mengukur kemungkinan penghitungan yang kurang selama pandemi.

Kematian berlebih mengukur jumlah total kematian selama periode waktu tertentu dan membandingkannya dengan periode yang sama sebelum pandemi. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA