Menteri Transportasi Malaysia Wee Ka Siong pada Selasa (25/5) mengatakan pihaknya telah membentuk satgas yang akan melakukan penyelidikan selama dua pekan.
Berdasarkan kunjungan ke lokasi kecelakaan pada Senin malam (24/5), terlihat jelas dua kereta LRT bertabrakan "head on", di mana dua kepala kereta bertubrukan.
"Ini adalah sesuatu yang di luar kebiasaan dan tidak seharusnya terjadi. Saya telah menginstruksikan agar penyelidikan lengkap dilakukan dan kami ingin tahu apa penyebab kecelakaan itu," kata Wee, seperti dikutip
CNA.
"Apakah itu persinyalan, atau sistem, atau komplikasi, atau kesalahan manusia? Kami ingin mengidentifikasi dalam dua minggu ke depan. Satgas khusus akan dibentuk dan tujuannya adalah untuk menentukan penyebab pasti dari tabrakan tersebut," tambahnya.
Wee mengatakan bahwa satgas tersebut akan dipimpin oleh sekretaris kepala kementerian transportasi. Ia juga menekankan pentingnya melakukan post mortem yang tepat atas kejadian tersebut agar tidak terulang kembali.
"Kami ingin meyakinkan komuter bahwa sistem LRT kami dapat diandalkan. Karena itulah kami harus memastikan bahwa operasi sistem LRT tidak terganggu," tegasnya.
Pada Selasa pagi, LRT Kelana Jaya Line di Kuala Lumpur kembali beroperasi pada pukul 6 pagi dengan kereta yang beroperasi di satu jalur.
Tabran dua kereta LRT terjadi pada Senin pukul 20.45 waktu setempat di terowongan antara Stasiun Kampung Baru dan Kuala Lumpur City Center (KLCC).
Tabrakan melibatkan kereta dari Stasiun KLCC ke Stasiun Gombak yang berisi penumpang dan kereta kosong dari Stasiun Kampung Baru ke Stasiun Gombak. Kereta melaju dengan kecepatan 40 km per jam.
Peristiwa tersebut membuat 213 orang terluka, 64 di antaranya mendapat perawatan di RSUD Kuala Lumpur. Dari 64 orang tersebut, 6 orang dalam kondisi kritis dan 15 dalam kondisi semi kritis.
Laporan sementara tentang kecelakaan itu diharapkan akan dirilis pada Selasa malam.
BERITA TERKAIT: