Lewat pidatonya, Pezzullo memperingatkan bahwa dunia penuh ketegangan dan ketakutan, di mana "genderang perang berdetak".
"Mari kita terus mencari tanpa henti untuk kesempatan perdamaian sambil menguatkan lagi, lagi, untuk kutukan perang," ujarnya, tanpa menyebut spesifik "China".
Menanggapi pernyataan tersebut, jurubicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian pada Rabu (28/4) mengatakan Beijing adalah promotor perdamaian dan pembangunan global.
Untuk itu, pernyataan Pezzullo sangat tidak bertanggung jawab. Ia juga memperingatkan bahwa Canberra harus siap menghadapi potensi konflik militer di wilayah tersebut.
"Beberapa politisi individu di Australia, karena kepentingan egois mereka, ingin membuat pernyataan yang menghasut konfrontasi dan mengancam ancaman perang, yang sangat tidak bertanggung jawab," ujar Zhao.
Zhao mengatakan, Australia tidak jujur dan tidak bermoral ketika memberikan tuduhan palsu mengenai ancaman China. Padahal Australia sendiri mendapatkan keuntungan dari China.
"Kami mendesak individu tertentu di Australia untuk melepaskan mentalitas Perang Dingin, berhenti membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab, dan bertindak dengan cara yang kondusif bagi perdamaian dan stabilitas regional daripada sebaliknya,†lanjutnya.
Bukan hanya dari China, kritikan terhadap pidato Pezzullo juga muncul dari oposisi di dalam negeri.
Perdana Menteri Australia Barat Mark McGowan mengatakan pernyataan "genderang perang sedang berdetak" oleh Pezzullo sama sekali tidak perlu.
Sementara anggota parlemen Partai Buruh Bill Shorten mengatakan bahasa Pezzullo cukup menghasut dan sangat bersemangat.
BERITA TERKAIT: