Ini adalah kunjungan pertama delegasi AS sejak hubungan diplomatik antara negara itu terputus 42 tahun lalu. Dengan begitu John Hennessey-Niland menjadi duta besar AS pertama yang mengunjungi Taiwan dalam kapasitas resmi sejak mantan Presiden Jimmy Carter memutuskan hubungan dengan Taipei dan mendukung Beijing pada 1979, seperti yang dilaporkan
Taiwan News.
Kunjungan Presiden Palau dan Dubes AS untuk menegaskan kembali dukungan mereka dan kerja sama bilateral menjelang dibukanya gelembung pertama penerbangan Palau-Taiwan pada Kamis (1/4) mendatang.
Hennessey-Niland termasuk pejabatyang sangat menentang China. Selama sidang konfirmasi pada tahun 2019, ia secara terbuka menyatakan dukungannya untuk Taiwan Allies International Protection and Enhancement Initiative (TAIPEI).
Selama persidangan, dia mengatakan bahwa dia yakin duta besar Amerika memiliki tanggung jawab untuk mengungkapkan ketidakpuasan mereka dengan China atas ancaman ekonomi dan politiknya terhadap sekutu Taiwan. Dia juga meminta Washington untuk menghukum Beijing karena 'perilaku jahatnya'.
Hennessey-Niland mengatakan UU TAIPEI akan memberikan kontribusi penting untuk mendukung sekutu diplomatik Taiwan seperti Palau.
"Taiwan adalah mitra penting AS dan negara-negara Indo-Pasifik dan bahwa AS dan Taiwan dapat berbuat lebih banyak untuk membantu negara-negara kepulauan Pasifik," kata Hennessey-Niland.
Pengamat Taiwan mengatakan bahwa kini AS tidak lagi membatasi diri pada parameter Undang-Undang Hubungan Taiwan. AS saat ini tidak cemas untuk berinteraksi dengan negara Asia Timur itu melalui duta resmi.
BERITA TERKAIT: