Minggu (7/2) malam, ruas-ruas jalan utama di Bnei Brak dipadati oleh ribuan orang ultra-Ortodoks yang mengiringi pemakaman seorang rabi terkemuka yang meninggal karena Covid-19. Rabi Chaim Meir Wosner meninggal pada Sabtu (6/2) yang membuat seluruh pengikutnya berkabung.
Polisi telah melakukan pembicaraan dengan para rabi senior di pinggiran Haredi Tel Aviv beberapa jam setelah kematian Rabbi Chaim Meir Wosner, seperti dilaporkan
Time of Israel.
Polisi tidak ingin mengulang peristiwa serupa pada beberapa pekan lalu, di mana hampir 10.000 orang memadati pemakaman rabi terkemuka, Meshulam Soloveitchik, Minggu (31/1).
Sempat terjadi bentrok, ketika polisi memasang beberapa penghalang di sekitar lokasi prosesi. Namun kemudian iring-iringan itu kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk prosesi pemakaman.
Rabbi Chaim Meir Wosner tokoh senior di Bnei Brak, terjangkit virus corona bulan lalu. Ia dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius.
Wosner adalah putra Rabbi Shmuel Wosner, yang merupakan pemimpin spiritual tertinggi di dunia Hasid selama beberapa dekade, hingga kematiannya pada tahun 2015, pada usia 101 tahun. Saat itu, sekitar 100.000 orang menghadiri pemakaman Shmuel Wosner, bahkan dua orang meninggal terinjak-injak.
BERITA TERKAIT: