Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Presiden Ivan Duque dalam sebuah pernyataan resmi pada Kamis (4/2) waktu setempat.
“Institut Pengawasan Makanan dan Obat Nasional (INVIMA) mengesahkan vaksin untuk penggunaan darurat,†kata presiden, seraya menambahkan bahwa izin yang diperlukan telah diperoleh dari perusahaan, seperti dikutip dari
CGTN, Jumat (5/2).
“Protokol Darurat INVIMA disetujui dengan cepat. Para ahli kami bekerja dengan sangat teliti dan hati-hati untuk menyelesaikan proses kedatangan vaksin COVID-19 di negara ini secara rekor,†lanjutnya.
Direktur INVIMA, Julio Cesar Adana mengatakan vaksin tersebut diimpor sebagai hasil cepatnya penyelesaian studi laboratorium terhadapnya.
Menurut rencana, Kolombia akan mulai memvaksinasi penduduk pada 20 Februari mendatang dan bertujuan untuk memberikan vaksin kepada 35 juta orang selama tahun ini.
Sejauh ini Kolombia telah mendaftarkan lebih dari 2,13 juta kasus virus corona dan lebih dari 55.100 kematian, sementara pemulihan di negara itu telah melebihi 2 juta, menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins yang berbasis di AS.
BERITA TERKAIT: