Inggris Harus Vaksinasi Dua Juta Orang Per Pekan Sebelum Diterjang Gelombang Ketiga Covid-19

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Selasa, 29 Desember 2020, 15:23 WIB
Inggris Harus Vaksinasi Dua Juta Orang Per Pekan Sebelum Diterjang Gelombang Ketiga Covid-19
Vaksinasi/Net
rmol news logo Inggris harus segera memvaksinasi dua juta orang setiap pekannya sebelum gelombang ketiga wabah Covid-19 menerjang.

Penelitian yang dilakukan oleh London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM) baru-baru ini menunjukkan, Inggris harus menerapkan intervensi yang paling ketat untuk menghindari gelombang baru infeksi virus corona.

"Skenario intervensi paling ketat pada tingkat 4 di seluruh Inggris dan sekolah ditutup selama Januari, serta 2 juta orang divaksinasi setiap pekan, adalah satu-satunya skenario yang kami pertimbangkan yang dapat mengurangi beban ICU di bawah puncak tingkat selama gelombang pertama," kata studi tersebut, seperti dikutip The Straits Times, Selasa (29/12).

"Dengan tidak adanya peluncuran vaksin yang substansial, maka kasus rawat inap, masuk ICU dan kematian pada 2021 mungkin melebihi pada 2020," lanjut studi yang belum ditinjau lebih lanjut itu.

Berdasarkan perhitungan Reuters, Inggris sudah mengonfirmasi lebih dari 2,3 juta kasus Covid-19 dengan 71 ribu kematian.

Perdana Menteri Boris Johnson dan penasihat ilmiahnya mengatakan varian baru virus korona, yang bisa mencapai 70 persen lebih mudah menular, menyebar dengan cepat di Inggris.

Walaupun varian baru itu dianggap tidak lebih mematikan, tetapi akan meningkatkan beban fasilitas kesehatan jika penularan terjadi secara pesat. Alhasil pemerintah memberlakukan serangkaian pembatasan sosial, khususnya di London dan Inggris bagian tenggara.

Laporan media selama akhir pekan mengatakan bahwa Inggris akan meluncurkan vaksin Covid-19 buatan Oxford-AstraZeneca mulai 4 Januari.

Pada awal bulan ini, Inggris menjadi negara pertama di dunia yang meluncurkan vaksin yang dibuat oleh Pfizer dan BioNTech. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA