Menteri Dalam Negeri Eduardo Ano pada Senin (28/12) menyebut beberapa anggota kabinet Presiden Rodrigo Duterte telah menerima vaksin Covid-19.
Panglima Angkatan Darat Letnan Jenderal Cirilito Sobejana juga menyebut beberapa pasukannya telah divaksinasi.
Dimuat
Reuters, belum diketahui vaksin merek apa yang digunakan oleh mereka untuk melakukan vaksinasi. Kementerian Kesehatan sebelumnya menegaskan vaksinasi yang diizinkan setelah vaksin disetujui dan dinyatakan aman.
Tetapi Kepala Badan Pengawas Makanan dan Obat (FDA) Rolanro Enrique Domingo mengungkap pihaknya belum memberikan persetujuan untuk vaksin Covid-19 apa pun.
Lebih lanjut, Domingo menyebut, impor, distribusi, hingga penjualan vaksin saat ini masih ilegal. Ia pun mengingatkan publik bahwa vaksin yang belum disetujui berpotensi memicu bahaya lain.
Sejauh ini hanya Pfizer yang telah mengajukan permohonan persetujuan penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 di Filipina. Sementara aplikasi uji coba tahap akhir Janssen dan Clover dari Sinovac, Gamaleya, Johnson & Johnson dan Clover belum disetujui.
Wakil Menteri Kesehatan Maria Rosario Vergeire mengatakan kementerian tidak memiliki informasi tentang vaksinasi tentara.
Sedangkan jurubicara militer Kolonel Edgard Arevalo mengatakan pasukan yang menerima vaksin termasuk anggota unit keamanan khusus yang ditugaskan kepada Duterte.
Jurubicara Duterte, Harry Roque sendiri menyebut sang presiden belum mendapat vaksin dan tidak mempersoalkan vaksinasi para tentara.