Berbeda dari sebelumnya, perayaan Natal tahun ini yang bertemakan "Christmas in Simplicity", diadakan dengan sangat sederhana terkait keadaan darurat penanggulangan pandemi Covid-19 dan pembatasan ketat untuk berkumpul di RRDK.
Perayaan Natal tersebut dihadiri oleh beberapa dutabesar dan kepala perwakilan asing, yaitu dutabesar India, Kuba, Laos, Palestina, Rusia, Suriah, Vietnam dan KUAI Kedubes Bulgaria, Ceko, Mesir, Mongolia dan Romania serta masyarakat Indonesia.
Acara dibuka dengan tarian tradisional medley asal Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Betawi, Bali, Sulawesi Utara, Maluku dan Papua.
Para tamu undangan menyambut gembira dan sangat terkesan melihat kelihaian dua orang staf KBRI yang menampilkan aneka ragam tarian dari berbagai daerah di Indonesia secara berkesinambungan tanpa henti.
"Sebagaimana layaknya di banyak negara, Natal adalah Hari Raya Kristen terbesar di Indonesia. Biasanya dirayakan secara meriah di gereja, gedung, kantor dan hotel di berbagai kota dan pulau dengan cara atau gaya yang berbeda sesuai dengan tradisi gereja atau suku setempat," kata Dubes Berlian Napitupulu dalam kata sambutannya, seperti keterangan tertulis Pensosbud KBRI Pyongyang, Sabtu (26/12).
"Sebagai informasi, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, 1.340 suku, 1.100 bahasa, dan enam agama yang diakui resmi oleh negara. Masing-masing agama tersebut memiliki hari rayanya sendiri-sendiri. Lebih ramai lebih seru (
the merrier the happier)," sambungnya.
Lebih lanjut Dubes Berlian Napitupulu menjelaskan bahwa sehubungan dengan situasi emergensi penanggulan penyebaran pandemi Covid-19 di RRDK yang membatasi secara secara ketat jumlah orang dalam suatu pertemuan maksimal hanya 15 orang, maka jumlah peserta perayaaan Natal di KBRI Pyongyang harus dibatasi dan terpaksa dibagi dua acara menjadi Christmas Lunch dan Christmas Dinner.
Akibat tutupnya perbatasan sejak Januari lalu, 7 orang staf KBRI tidak bisa bergabung di Pyongyang dan ketersediaan kebutuhan pokok serta keperluan kantor menjadi sangat minim. Oleh karena itu, tema Natal tahun ini dibuat "Christmas in Simplicity" atau Natal dalam kesederhanaan.
"Kita patut bersyukur atas penyertaan Tuhan dan berkat kebijakan ketat Pemerintah RRDK dalam pencegahan Covid-19, kita dapat menjalani keadaan darurat dalam 11 bulan terakhir dan masih dalam keadaan sehat sampai saat ini. Saya juga bersyukur bahwa dengan kehadiran para dutabesar dan kepala perwakilan, Natal tahun ini tidak sepi namun menjadi hangat dan penuh persahabatan," jelas dia.
Perayaan Natal di KBRI Pyongyang juga dimeriahkan dengan penyajian beberapa video yang menampilkan suasana perayaan Natal di berbagai kota dan pulau di Indonesia serta tayangan musik Natal dengan iringan alat musik tradisional Gondang asal Sumatera Utara, Kolintang asal Sulawesi Utara dan Angklung asal Jawa Barat.
Selain itu, KBRI juga menampilkan video kolaborasi yang menampilkan seolah istri dubes dan seorang staf KBRI Pyongyang yang berada di Indonesia tampil kompak bersama dubes dan dua orang staf lainnya di KBRI Pyongyang.
Para dutabesar asing menyampaikan apresiasi atas acara perayaan Natal yang disajikan oleh KBRI Pyongyang. Walau sederhana, tetapi dinilai menarik dan berkesan. Dutabesar India dan Vietnam menyampaikan apresiasi mengenai tema Natal yang ditetapkan KBRI karena dinilai sangat tepat menggambarkan situasi yang dihadapi di Pyongyang.
Mereka juga menyatakan ketertarikan dan penasarannya atas penampilan video kolaborasi antara staf yang berada di Indonesia dengan yang berada di KBRI Pyongyang.
Dutabesar Palestina dan Suriah menyampaikan apresiasi atas tarian yang ditampilkan oleh staf KBRI. Sementara Dutabesar Rusia, KUAI Ceko dan KUAI Bulgaria tertarik pada pajangan ukiran kayu Cendana dan ukiran kayu ukuran besar yang terpampang di dinding ruang tamu Wisma.
Secara khusus, Dutabesar Suriah menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya pada batik Indonesia yang dipakainya dalam acara Natal tersebut. Dikatakannya bahwa ia mendapatkan batik tersebut sebagai hadiah bagi delegasi dalam menghadiri suatu pertemuan internasional di Bali beberapa tahun lalu.
Perayaan Natal diakhiri dengan acara jamuan makan siang dan makan malam yang masing-masing dihadiri oleh delapan dutabesar dan kepala perawakilan negara asing. Dalam jamuan makan, baik siang maupun malam KBRI menyajikan kuliner khas Indonesia antara lain: sup kimlo, tahu safari, rendang, dan gulai ayam.
Dalam kesempatan itu, Dubes Berlian Napitupulu juga berbagi informasi mengenai perkembangan situasi di Indonesia dan mempromosikan potensi ekonomi, budaya dan pariwisata Indonesia.
BERITA TERKAIT: