Rekor "bersih" tanpa penularan lokal Covid-19 di Taiwan selama 253 hari diketahui berakhir pada Selasa (22/12), setelah seorang wanita lokal yang melakukan kontak dengan seorang pilot asal Selandia Baru, dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.
Pilot yang bekerja untuk maskapai penerbangan Taiwan EVA Airways itu pun dijatuhi denda sekitar 10.600 dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 151 juta karena dianggap gagal menyatakan secara jujur menyatakan kontak dan aktivitasnya kepada otoritas kesehatan. Hal itulah yang menyebabkan dia bisa menularkan Covid-19 kepada orang lain.
Bukan hanya denda, pilot itu pun terpaksa menelan pil pahit lainnya, karena maskapai penerbangan di mana dia bekerja memutuskan bahwa dia telah melanggar peraturan pencegahan pandemi dan menyebabkan kerusakan serius pada reputasi dan citra perusahaan.
Hasil penyelidikan internal yang dilakukan oleh EVA Airways menemukan bahwa sang pilot tidak memakai masker saat bertugas awal bulan ini meskipun diingatkan oleh seorang pilot Taiwan, yang bersama dengan seorang rekan Jepang juga dinyatakan positif Covid-19.
Selama penerbangan ke Amerika Serikat pada tanggal 12 Desember lalu itu, pilot asal Selandia Baru tersebut juga dilaporkan batuk.
Bukan hanya itu, seperti dikabarkan
Channel News Asia penyelidikan pihak berwenang Taiwan juga menemukan bahwa pilot tersebut mengunjungi beberapa lokasi, termasuk dua department store, tetapi mengklaim dia tidak dapat mengingat di mana dia berada. Dia juga tidak mengungkapkan kontaknya dengan wanita yang kemudian dinyatakan positif terinveksi Covid-19 itu.
Pilot itu juga hanya menjalani karantina selama tiga hari setelah melakukan perjalanan ke luar negeri. Padahal, peraturan yang diterapkan oleh otoritas. Taiwan adalah karantina selama dua pekan.
Infeksi tersebut merupakan pukulan bagi sebuah pulau yang dipuji karena respons cepatnya atas pandemi Covid-19.
Taiwan sendiri diketahui sejak tanggal 12 April lalu tidak mengalami infeksi lokal Covid-19. Semua kasus baru berasal dari sejumlah kecil penduduk setempat yang kembali ke pulau itu, serta beberapa orang asing yang diizinkan masuk karena alasan bisnis.
BERITA TERKAIT: