Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), serangan itu dilakukan setelah drone tersebut mendekat secara agresif ke kapal induk USS Abraham Lincoln dengan niat yang tidak jelas demikian pernyataan
CENTCOM menjelaskan, F-35C tersebut lepas landas dari USS Abraham Lincoln yang saat itu tengah berlayar di Laut Arab, sekitar 500 mil dari pesisir selatan Iran.
Meski tidak menyebut satuan penerbangnya, militer AS beberapa hari sebelumnya memotret Marine Fighter Attack Squadron (VMFA) 314 atau Black Knights beroperasi dari kapal induk tersebut.
Menurut CENTCOM, drone jarak jauh Iran yang ditembak jatuh merupakan Shahed-139, yang dikenal luas karena penggunaannya dalam perang Rusia-Ukraina.
Dikatakan bahwa drone itu terus terbang menuju kapal meski pasukan AS telah melakukan langkah-langkah deeskalasi di perairan internasional.
“Pesawat F-35C menembak jatuh drone tersebut untuk membela diri dan melindungi Abraham Lincoln beserta awaknya,” kata CENTCOM, seperti dikutip dari
Defensescoop.
Insiden tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban di pihak AS maupun kerusakan peralatan militer.
Beberapa jam setelah kejadian tersebut, ketegangan kembali meningkat ketika dua kapal Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersama sebuah drone Mohajer mendekati kapal tanker berbendera AS, Stena Imperative, di Selat Hormuz.
Kapal-kapal Iran itu disebut mengganggu dengan melaju pada kecepatan tinggi dan mengancam akan menaiki serta menyita tanker tersebut.
CENTCOM menyebut USS McFaul, kapal perusak berpeluru kendali, segera merespons untuk mengawal kapal dagang itu dengan dukungan Angkatan Udara AS hingga situasi berhasil diredakan.
BERITA TERKAIT: