Kepastian itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Rabu, 4 Februari 2026, di tengah tingginya ketegangan kedua negara menyusul penumpasan berdarah terhadap aksi protes nasional di Iran bulan lalu.
Araghchi menyampaikan apresiasinya kepada Oman yang memfasilitasi dialog tersebut.
“Saya berterima kasih kepada saudara-saudara kami dari Oman karena telah membuat semua pengaturan yang diperlukan,” tulis Araghchi melalui akun X, seperti dikutip dari
PBS.
Sebelumnya, seorang pejabat regional menyebut Iran menginginkan format pertemuan yang berbeda, dengan fokus eksklusif pada isu program nuklir dan hanya melibatkan Teheran serta Washington.
Pejabat itu berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang memberi keterangan kepada media.
Pemerintahan Presiden Donald Trump mengonfirmasi AS akan mengikuti perundingan tingkat tinggi di Oman, bukan di Turki seperti rencana awal.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan sejumlah pemimpin Arab dan Muslim mendesak Washington agar tidak meninggalkan jalur dialog, meski Gedung Putih meragukan peluang keberhasilan perundingan tersebut.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengaku telah menginstruksikan Menlu Araghchi untuk melakukan negosiasi yang adil dengan AS.
BERITA TERKAIT: