Efek Pandemi, 2020 Akan Jadi Tahun Paling Mematikan Bagi AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Rabu, 23 Desember 2020, 09:50 WIB
Efek Pandemi, 2020 Akan Jadi Tahun Paling Mematikan Bagi AS
Pasien Covid-19/Net
rmol news logo Tahun 2020 diperkirakan akan menjadi tahun paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat (AS), dengan angka kematian diperkirakan melebihi 3 juta jiwa.

Sejauh ini, Selasa (22/12), data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan Covid-19 telah meningkatkan angka kematian di AS sebesar 15 persen dari tahun sebelumnya.

Para peneliti menyebut angka tersebut akan lebih tinggi untuk sisa tahun 2020.

CDC memperkirakan AS akan memiliki 3,2 juta kematian pada 2020. Artinya terjadi peningkatan 400 ribu kematian daripada 2019.

"Jika perkiraan terbukti akurat, lonjakan tersebut akan menandai peningkatan terbesar angka kematian sejak 1918, ketika kematian melonjak sebesar 46 persen karena tentara AS yang tewas dalam Perang Dunia I dan orang Amerika yang meninggal di tengah pandemi flu 1918," jelas CDC yang dikutip Sputnik.

Kepala Departemen Statistik Kematian CDC Robert Anderson menyebut, angka harapan hidup di AS bisa turun darin tiga tahun sebelumnya.

Lonjakan kematian di AS sendiri sebagian besar didorong oleh pandemi Covid-19, di mana rasio positifnya saat ini menjadi lebih dari 11 persen.

Data yang dirilis oleh Univeristas Johns Hopkins mengungkap, AS sudah melaporkan lebih dari 18 juta kasus Covid-19 dengan 320.551 kematian.

Selain Covid-19, Anderson juga mengatakan, penyebab lain dari lonjakan kematian di AS adalah penyakit jantung, demensia, dan diabetes.

Statistik kematian AS juga memburuk karena peningkatan overdosis obat, yang telah meningkat sebelum pandemi. Tapi para pejabat mencatat, overdosis memburuk sejak pandemi.

Per Juni 2019 hingga akhir Mei 2020, CDC mencatat 81 ribu kematian akibat overdosis atau tertinggi yang pernah tercatat. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA