Dr. Fazal Ghani Kakar dari Noor Educational and Capacity Development Organization (NECDO) Afghanistan dalam International Webinar bertajuk "Islamic Higher Education After The Covid-19 Pandemic" yang diselenggarakan oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Kamis malam (17/12) menjelaskan lebih dalam mengenai pendidikan Islam di negaranya.
Dia menuturkan, setidaknya ada tiga kategori berbeda dalam pendidikan di Afghanistan.
"Yang pertama adalah pendidikan tradisional atau
indigenous, pendidikan modern dan pendidikan Islam," paparnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa kategori pertama, yakni pendidikan tradisional sudah ada lebih dulu sebelum pendidikan formal hadir di Afghanistan. Mereka umumnya belajar keterampilan untuk bertahan hidup dalam lingkungan pertanian atau normadik. Selain itu, mereka juga belajar mengenai budaya mereka dari generasi ke generasi.

Sedangkan kategori kedua, yakni pendidikan modern lebih menitikberatkan pada ilmu pengetahuan dan sains.
Sedangkan kategori ketiga, yakni pendidikan Islam, terbagi lagi menjadi dua kategori yang berbeda, yakni pendidikan Islam non-formal dan formal.
"Setidaknya ada tiga hal yang membedakan pendidikan Islam formal dan non-formal di Afghanistan. Pertama, pendidikan Islam non-formal biasanya dilaksanakan di masjid. Bahkan sejumlah masjid memiliki ruangan khusus untuk belajar mengajar," ujarnya.
Selain itu, sambungnya, pendidikan Islam non-formal juga tidak sembarangan mengizinkan seseorang menjadi guru. Mereka yang menjadi pendidik umumnya adalah imam masjid tersebut. Pendidikan tersebut juga fokus pada Al Quran dan Hadis.
"Sedangkan pendidikan Islam formal biasanya terbagi beberapa jenis lainnya, yakni sekolah masjid yang fokus pada pengajaran dasar Islam. Ada juga madrasah tradisional yang fokus ke hadis, tafsir, fiqih dan akidah. Ada juga madrasah atau sekolah modern yang bukan hanya fokus ke pendidikan Islam tapi juga ke sains dan bahasa," tambahnya.
Sayangnya, sektor pendidikan di Afghanistan saat ini snagat terdampak oleh pandemi Covid-19.
"Jelas sekali bahwa pandemi ini meninggalkan dampak buruk pada semua aspek kehidupan di seluruh dunia. Sektor pendidikan Afghanistan juga salah satu yang paling terdampak parah, karena banyak sekolah ditutup untuk waktu yang dalam dan pendidikan tidak berjalan dengan semestinya," tandasnya.
BERITA TERKAIT: