Dengan tema "Democracy and Covid-19 Pandemic", forum tersebut digelar secara hybrid, di mana hanya ada 43 orang dari 29 negara hadir secara tatap muka dan ratusan lainnya secara virtual.
Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Yusron B Ambary mengatakan, ada tiga hal yang didiskusikan oleh negara-negara partisipan, di antaranya adalah respons, pemulihan, dan ketahanan melawan pandemi.
"Paling utama itu adalah resilience atau ketahanan. Karena respons itu di awal, dan sebagai manusia kita berupaya untuk memperbaiki diri, recover," ujar Yusron dalam
RMOL World View bertajuk 'BDF 2020: Pandemi dan Diplomasi' yang digelar pada Senin (14/12).
"Bagaimana demokrasi bisa membangun masyarakat yang tangguh, siap, menghadapi tantangan di masa pandemi," sambungnya.
Dalam pertemuan yang digelar dengan protokol kesehatan yang ketat itu, Yusron menuturkan para peserta saling berbagai informasi dan pengalaman untuk bisa menangani pandemi secara bersama-sama.
BDF 2020 sendiri juga turut dihadiri secara virtual oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi, dan Wakil Presiden Uni Eropa Valdis Dombrovskis.
BERITA TERKAIT: