BDF Ke-13, Membangun Masyarakat Yang Tangguh Di Tengah Pandemi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 14 Desember 2020, 15:00 WIB
BDF Ke-13, Membangun Masyarakat Yang Tangguh Di Tengah Pandemi
Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Yusron B Ambary/RMOL
rmol news logo Indonesia telah selesai menggelar Bali Democracy Forum (BDF) ke-13 pada 10 Desember lalu di Nusa Dua, Bali.

Dengan tema "Democracy and Covid-19 Pandemic", forum tersebut digelar secara hybrid, di mana hanya ada 43 orang dari 29 negara hadir secara tatap muka dan ratusan lainnya secara virtual.

Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Yusron B Ambary mengatakan, ada tiga hal yang didiskusikan oleh negara-negara partisipan, di antaranya adalah respons, pemulihan, dan ketahanan melawan pandemi.

"Paling utama itu adalah resilience atau ketahanan. Karena respons itu di awal, dan sebagai manusia kita berupaya untuk memperbaiki diri, recover," ujar Yusron dalam RMOL World View bertajuk 'BDF 2020: Pandemi dan Diplomasi' yang digelar pada Senin (14/12).

"Bagaimana demokrasi bisa membangun masyarakat yang tangguh, siap, menghadapi tantangan di masa pandemi," sambungnya.

Dalam pertemuan yang digelar dengan protokol kesehatan yang ketat itu, Yusron menuturkan para peserta saling berbagai informasi dan pengalaman untuk bisa menangani pandemi secara bersama-sama.

BDF 2020 sendiri juga turut dihadiri secara virtual oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi, dan Wakil Presiden Uni Eropa Valdis Dombrovskis. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA