Dalam pidato terbarunya dia menekankan bahwa China dan AS perlu membangun kembali kerangka kerja strategis untuk perkembangan hubungan bilateral yang sehat dan stabil.
Menurutnya, hubungan China-AS telah mencapai titik sejarah baru, sehingga penting bagi kedua negara untuk belajar dari surutnya hubungan bilateral dalam beberapa tahun terakhir.
“China siap untuk membuka dialog dengan AS dengan pijakan yang sama di semua tingkatan dan di semua bidang, untuk kerja sama yang jujur, mendalam dan konstruktif. Kami berjuang untuk saling mencari kesamaan dan dengan hati-hati mengelola perbedaan," kata Wang, seperti dikutip dari
Global Times, Jumat (11/12).
Wang mengatakan, kerja sama bilateral bisa dimulai dalam upaya mengatasi pandemi. Ia mengatakan kedua negara juga memiliki tanggung jawab untuk memperkuat komunikasi pada isu-isu besar lainnya seperti ekonomi global, perubahan iklim, kontra-terorisme dan isu-isu dunia maya, guna mendorong perdamaian global, stabilitas dan pemulihan ekonomi.
Wang mencatat bahwa AS seharusnya tidak menganggap China sebagai ancaman, tetapi memandang perkembangan negara itu dengan sikap positif dan konstruktif.
“Kami selalu percaya bahwa selama kita menjaga sikap objektif dan rasional, meningkatkan saling pengertian dan mengintegrasikan kepentingan, kita akan dapat menemukan cara bagi negara-negara dengan sistem sosial dan latar belakang budaya yang berbeda untuk hidup berdampingan secara damai di planet ini,†ungkapnya.
BERITA TERKAIT: