Gelombang Panas Pecah Rekor, Australia Nyalakan Alarm Bahaya Karhutla

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Minggu, 29 November 2020, 09:57 WIB
Gelombang Panas Pecah Rekor, Australia Nyalakan Alarm Bahaya Karhutla
Australia nyalakan alarm bahaya kebakaran dengan meningkatnya suhu/Net
rmol news logo Gelombang panas kembali menghampiri beberapa negara bagian Australia, termasuk Sydney.

Biro Meteorologi mencatat, suhu di Sydney sudah melampaui 40 derajat Celcius, memecahkan rekor untuk November pada Sabtu (28/11).

Sementara New South Wales dan Victoria utara sudah mendapatkan suhu yang lebih tinggi, mendekati 45 derajat, seperti dilaporkan Reuters.

Suhu diperkirakan akan tetap berada di atas 40 derajat Celcius untuk Minggu (29/11) dan gelombang panas akan terus bertahan selama lima hingga enam hari di New South Wales dan Queensland.

Seiring dengan tingginya suhu, Dinas Kebakaraan Pedesaan (RFS) mengeluarkan peringatan kebakaran total untuk sebagian besar New South Wales pada Minggu.

"Perkiraan bahaya kebakaran sangat tinggi hingga parah karena angin kencang dan gelombang panas yang memperburuk kondisi kekeringan," kata RFS.

Australia telah mengalami gelombang panas yang membuat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berkepanjangan pada tahun lalu.

Seluas hampir 12 juta hektar lahan terbakar, dengan 33 orang meninggal dunia dan 1 miliar hewan tewas.

Perdana Menteri Scott Morrison bahkan menyebut musim panas tahun lalul sebagai "Black Summer". rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA