Para migran akan dipindahkan ke berbagai pusat penampungan di wilayah Ile-de-France (Paris Raya). Sekitar pukul 04.30 waktu setempat, para migran mulai mengantri untuk menaiki bus beserta barang bawaannya. Secara keseluruhan, 70 bus digunakan untuk mengangkut para migran ke 26 pusat akomodasi.
Menurut organisasi France Terre Asile, sekitar 2.400 imigran tinggal di kamp tersebut, yang telah berkembang sejak Agustus.
“Kamp-kamp ini tidak dapat diterima. Operasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa orang-orang yang memiliki hak untuk berada di sini diberikan perlindungan dan mereka yang tidak memiliki hak itu tidak tetap berada di wilayah Prancis,†kata prefek polisi Paris, Didier Lallement, seperti dikutip dari
AFP, Selasa (17/11).
Situasi para migran semakin diperumit oleh pandemi Covid-19 . Pada awal Oktober, Medecins sans frontieres (Doctors Without Borders atau MSF) menerbitkan survei tentang tingkat paparan di antara mereka yang paling rentan. Dari lebih 800 orang yang dites oleh LSM di berbagai pusat di sekitar Paris Raya, 10 pusat akomodasi darurat memiliki tingkat positif Covid-19 antara 23 dan 62 persen.
Dalam siaran pers yang diterbitkan Selasa, sekitar 30 organisasi advokat migran menandatangani surat terbuka yang mengecam siklus tak berujung dan merusak dari evakuasi paksa tersebut.
BERITA TERKAIT: