"Menurut informasi kami, anggota organisasi teroris dari Timur Tengah, yang memiliki banyak darah di tangan mereka, sedang diangkut ke zona konflik Karabakh," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova kepada wartawan, Kamis (5/11).
Zakharova mengatakan bukan kedatangan tentara bayaran Jihadis yang membuat mereka khawatir tetapi dampak dari perkembangan situasi itu.
“Kami berbicara tentang tentara bayaran Jihadis radikal. Perkembangan situasi seperti itu berisiko menciptakan sarang teroris baru, kali ini di Kaukasus Selatan,†katanya, seperti dikutip dari
Radio of Armenia, Kamis (5/11).
Dia mencatat bahwa "Rusia telah berbicara secara terbuka tentang ini sejak kami memperoleh informasi yang relevan."
Siituasi di zona konflik Karabakh tetap tegang selama sepekan. Zakharova meminta agar para pihak saling menahan diri untuk menghindari penargetan penduduk sipil.
“Selama sepekan terakhir, situasi di zona konflik Nagorno-Karabakh tetap tegang. Baku tembak terekam ke segala arah dari garis kontak. Objek sipil juga menjadi sasaran. Kami mendesak pihak-pihak untuk menunjukkan toleransi yang lebih kuat, menghindari pemogokan penduduk sipil dan tidak membiarkan campur tangan pasukan eksternal,†kata Zakharova.
Dia mengatakan bahwa langkah-langkah praktis diperlukan untuk mencapai gencatan senjata dan de-eskalasi, serta memulai kembali negosiasi untuk resolusi damai.
BERITA TERKAIT: