Berbicara dalam rapat kabinet yang disiarkan televisi pada Rabu (4/11), Rouhani mengatakan, siapapun yang menjadi presidennya, AS harus menghormati perjanjian dan hukum internasional.
"Bagi Teheren, kebijakan pemerintahan AS berikutnya yang penting, bukan siapa yang memenangkan pemilihan," ujar Rouhani, seperti dikutip
Reuters.
"Kami ingin dihormati, tidak kena sanksi (oleh AS). Tidak peduli siapa yang memenangkan pemilu AS. Bagi kami, kebijakan dan prinsip itu penting," sambungnya.
Sejak AS dipimpin oleh Trump, Washington telah menggalakan kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran. Setelah dipilih, Trump bahkan langsung keluar dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018.
Sebagai balasan, Iran secara bertahap mengurangi kepatuhan terhadap persyaratan kesepakatan untuk mengembangkan nuklir.
Dalam beberapa kesempatan, lawan Trump dari Partai Demokrat, Joe Biden telah menyatakan komitmennya untuk bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir Iran jika ia terpilih.
Sejauh ini, berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh
CNN Projection, Biden masih unggul di depan Trump. Biden memiliki 224 suara elektoral, sementara Trump 213.
BERITA TERKAIT: