Hal tersebut diungkapkan oleh sebuah penelitian tim internasional terbaru yang dipublikasikan di jurnal
Science, di mana para peneliti melakukan analisis pada DNA anjing purba dan anjing modern.
Para peneliti menganalisis seluruh genom atau DNA lengkap dalam inti sel biologis dari 27 kerangka anjing purba yang terkait dengan berbagai budaya arkeologi. Mereka membandingkannya satu sama lain dan dengan anjing modern.
Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa hewan tersebut adalah "sahabat" manusia tertua. Analisis tersebut mengungkapkan bahwa domestikasi anjing dapat ditelusuri kembali hingga 11 ribu tahun lalu, bahkan hingga akhir Zaman Es terakhir.
Salah seorang penulis penelitian yang juga merupakan ketua kelompok laboratorium Genomik Kuno di London's Crick Institute, Dr Pontus Skoglund mengatakan kepada
BBC pekan ini bahwa penelitian ini menegaskan kembali bahwa anjing adalah hewan yang dijinakkan oleh manusia sebelum spesies lain yang diketahui.
"Anjing benar-benar unik karena menjadi makhluk yang sangat aneh, ini jika Anda memikirkannya, ketika semua orang masih menjadi pemburu, pengumpul, mereka menjinakkan apa yang sebenarnya adalah karnivora liar, serigala cukup menakutkan di banyak bagian dunia," jelasnya.
"Pertanyaan mengapa orang melakukan itu? Bagaimana itu bisa terjadi? Itulah yang akhirnya membuat kami tertarik," sambung Dr Skoglund.
Penelitian yang sudah ada sebelumnye menunjukkan bahwa anjing diperkirakan telah berevolusi dari serigala yang berkelana ke kamp manusia, kemungkinan mengendus-endus makanan. Saat mereka dijinakkan, mereka kemudian bisa melayani manusia sebagai teman berburu atau penjaga.
Hasil penelitian terbaru juga mengungkapkan hal serupa. Tim peneliti internasional menemukan, semua anjing berasal dari satu populasi serigala yang punah, atau mungkin beberapa yang sangat dekat hubungannya.
Dr Skoglund mengatakan, tidak jelas kapan atau di mana domestikasi awal terjadi karena sejarah yang sangat dinamis.
"Sejarah anjing telah begitu dinamis sehingga Anda tidak dapat benar-benar mengandalkannya untuk tetap berada di sana untuk membaca DNA mereka. Kami benar-benar tidak tahu, itulah hal yang menarik tentang itu," ujarnya
Penulis utama penelitian yang juga merupakan peneliti pasca-doktoral di Crick Anders Bergstrom menyebut, jika kita melihat ke belakang, lebih dari empat atau lima ribu tahun yang lalu, kita dapat melihat bahwa Eropa adalah tempat yang sangat beragam dalam hal anjing.
"Meskipun anjing Eropa kita lihat hari ini datang dalam susunan bentuk dan bentuk yang luar biasa, secara genetik mereka berasal hanya dari subset yang sangat sempit dari keanekaragaman yang dulu ada," ujarnya.
Sementara itu, rekan penulis dari Universitas Oxford, Greger Larson mengatakan bahwa anjing adalah mitra hewan tertua dan terdekat manusia.
"Menggunakan DNA dari anjing purba menunjukkan kepada kita seberapa jauh sejarah bersama kita berjalan dan pada akhirnya akan membantu kita memahami kapan dan di mana hubungan yang dalam ini dimulai," jelasnya.
BERITA TERKAIT: