Rayakan HUT Partai Pekerja Ke-75, Korea Utara Gelar Parade Militer Besar-besaran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Jumat, 09 Oktober 2020, 18:20 WIB
Rayakan HUT Partai Pekerja Ke-75, Korea Utara Gelar Parade Militer Besar-besaran
Parade militer memperingati ulang tahun pendiri Korea Utara, Kim Il Sung ke-105 di Pyongyang pada 15 April 2017/Reuters
rmol news logo Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Pekerja Korea (WPK) ke-75, sebuah parade militer besar-besaran akan digelar di ibukota Pyongyang pada Sabtu (10/10).

Dilaporkan Reuters, parade tersebut kemungkinan akan menampilkan rudal balistik terbaru Korea Utara, termasuk konser, pameran seni dan industri, pertunjukan cahaya, kunjungan ke monumen, hingga upcara sebagai tanda selesainya proyek konstruksi.

Sementara itu dimuat kantor berita Korea Selatan Yonhap, menurut sumber anonim, Korea Utara akan menyiarkan parade tersebut secara langsung untuk pertama kalinya sejak 2017. Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un juga akan menyampaikan pidato.

Pejabat di Korea Selatan dan Amerika Serikat mengatakan bahwa Korea Utara dapat menggunakan parade untuk memamerkan rudal balistik antarbenua (ICBM) baru.

“Ada kemungkinan Korea Utara akan meluncurkan senjata strategis baru, seperti rudal balistik antarbenua baru atau rudal balistik yang diluncurkan kapal selam, untuk menarik perhatian di saat pencapaian ekonominya lamban,” ujar Kementerian Unifikasi Korsel pada Kamis (8/10).

Menteri Unifikasi Lee In-young mengatakan penampilan rudal baru bisa menjadi demonstrasi kekuatan intensitas rendah menjelang pemilihan presiden AS yang akan kurang provokatif daripada peluncuran atau uji coba nuklir.

Sejak pertama kali bertemu dengan Presiden AS Donald Trump pada 2018, Kim belum menampilkan ICB< dalam parade. Namun saat ini dialog denuklirisasi sendiri terhenti.

“Tampilan ICBM baru akan menandakan bahwa Korea Utara bergerak dari strategi ini dan mungkin menunjukkan bahwa Korea Utara akan melanjutkan pengujian rudal jarak jauh," ujar seorang peneliti rudal di James Martin Center for Nonproliferation Studies, Jeffrey Lewis.

Meski begitu para pakar sendiri mengaku khawatir dengan pangelaran parade tersebut yang sangat berisiko di tengah pandemi Covid-19. Meski begitu, Korea Utara sendiri belum melaporkan satu pun kasus Covid-19. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA