Jewish Journal melaporkan bahwa YouTube telah menghapus saluran tersebut pada 2 Oktober, mengutip kebijakannya terhadap ujaran kebencian.
"Kami memiliki kebijakan ketat yang melarang perkataan yang mendorong kebencian di YouTube, dan menghentikan saluran apa pun yang berulang kali atau sangat melanggar kebijakan itu," kata pernyataan itu, seperti dikutip dari
Jerusalem Post, Kamis (8/10).
Sejauh ini YouTube mengatakan telah menghapus sebanyak 25 ribu saluran karena perkataan yang mendorong pada kebencian.
Sementara itu, beberapa akun individu anggota Nation of Islam masih aktif, dengan puluhan ribu pengikut.
Farrakhan adalah seorang antisemit lama yang keras dan telah mencerca kaum Yahudi sebagai orang yang jahat, mengutuk sinagoga Setan, menyamakan orang Yahudi dengan rayap dan menuduh mereka mengendalikan pemerintah AS.
Musim panas yang lalu, sederet selebriti membela atau memuji Farrakhan dan menggemakan retorika anti-Semitnya.
Pidato 4 Juli di mana Farrakhan menyebut orang Yahudi sebagai 'musuh Tuhan' telah dilihat lebih dari satu juta kali, menurut Anti-Defamation League . Bulan itu ADL menyebut Farrakhan sebagai :antisemit paling populer di Amerika'.
Selain menghapus kanal milik Nation of Islam, YouTube juga telah menghapus supremasi kulit putih dari platformnya tahun ini, termasuk Richard Spencer dan David Duke.