Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Jumat (2/10) mengatakan, laporan media India tersebut tidak bertanggung jawab, spekulatif, dan tidak berdasar.
Lebih lanjut, Pakistan menegaskan posisinya yang prihatin atas konflik di Nagorno-Karabakh dan meminta agar Armenia menghentikan serangan militernya.
“Penembakan intensif oleh pasukan Armenia terhadap penduduk sipil Azerbaijan sangat tercela dan sangat disayangkan. Ini dapat membahayakan perdamaian dan keamanan di seluruh wilayah. Armenia harus menghentikan aksi militernya untuk menghindari eskalasi lebih lanjut," ujar kementerian, seperti dikutip
Anadolu Agency.
"Pakistan mendukung posisi Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, yang sejalan dengan beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB yang diadopsi dengan suara bulat," sambung kementerian.
Sebelumnya pada Selasa (29/9), beberapa media India melaporkan pasukan tentara Pakistan ikut berperang bersama dengan militer Azerbaijan untuk melawan Armenia dalam bentrokan terbaru pada akhir pekan.
Pada Minggu pagi (27/9), pertempuran antara pasukan Armenia dan Azerbaijan meletus yang menyebabkan banyaknya korban jiwa.
Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Rusia, Prancis, dan Jerman telah mendesak gencatan senjata. Sementara Turki menyuarakan dukungan pada Azerbaijan.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron sebelumnya menuding Turki telah merekrut 300 militan Suriah untuk ikut mendukung Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.
BERITA TERKAIT: