Berbicara dalam KTT Uni Eropa pada Jumat (2/10), Macron mengatakan sebanyak 300 militan Suriah telah dikirim ke Baku melalui kota Gaziantep di Turki untuk bertempur di Nagorno-Karabakh.
"Saya dapat memastikan bahwa, menurut data kami, 300 militan telah meninggalkan Suriah untuk tiba di Baku melalui Gaziantep. Militan ini telah diidentifikasi, mereka adalah anggota kelompok jihadis yang beroperasi di dekat Aleppo," ujar Macron, seperti dikutip
Sputnik.
Sebelumnya, muncul laporan bahwa Turki membayar para pemberontak Suriah untuk bekerja di perusahaan keamanan swasta yang ternyata hanya kedok untuk mengerahkan mereka ke Azerbaijan.
Meski begitu, tidak ada bukti yang diberikan secara pasti terkait laporan tersebut, selain sumber yang merupakan warga Suriah yang juga mendaftar program itu.
Pengerahan pejuang Suriah oleh Turki ke Azerbaijan telah memperumit konflik Nagorno-Karabakh dengan Armenia.
Pada Minggu (27/9), pasukan militer kedua negara kembali terlibat pertempuran hebat. Darurat militer dan mobilisasi umum telah dideklarasikan di Armenia. Azerbaijan mengumumkan darurat militer sebagian dan mobilisasi sebagian serta menutup bandaranya untuk semua lalu lintas udara internasional kecuali Turki.
Negara-negara Eropa telah berulang kali meminta para pihak untuk segera menghentikan pertempuran dan kembali ke negosiasi.
"Kami menyerukan penghentian segera permusuhan. Kami mengambil upaya bersama dengan aktor internasional lainnya untuk melanjutkan dialog politik di dalam OSCE Minsk Group," ujar Presiden Dewan Eropa Charles Michel.
BERITA TERKAIT: